Sejarah Desa Mangli

Berdasarkan sejarahnya, nama Desa Mangli berasal dari pohon mangli. Kala itu, di sekitar masjid desa tumbuh subur pohon-pohon mangli menjulang tinggi mengelilingi. Menurut asal usul yang diyakini oleh masyarakat setempat, dahulu terdapat seseorang yang pertama kali melakukan bobak Desa Mangli, beliau bernama mbah Supolo.

Desa Mangli sendiri berlokasi di kaki Gunung Sumbing yang terdiri dari 3 dusun, yaitu Mangli, Bojong, dan Dadapan. Dengan luas wilayah sebesar 233,140 ha, desa ini menyajikan keindahan alam berupa pemandangan hamparan perkebunan hijau sejauh mata memandang. 

Total penduduk Desa Mangli pada tahun 2019-2023 sekitar 2.233 yang terdiri dari 1.105  perempuan dan 1.128 laki-laki.

Fasilitas publik yang tersedia di Desa Mangli meliputi kantor balai desa, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dan tempat ibadah seperti masjid dan mushola.

Kondisi geografis Desa Mangli yang bertempat di dataran tinggi, memungkinkan sebagian besar penduduknya untuk bermata pencaharian sebagai petani. Para petani di Desa Mangli sendiri masih menjunjung tinggi tradisi leluhur yang amat kental dalam melakukan berbagai aktivitas, serta kegiatan lain yang masih berkaitan dengan bercocok tanam atau pertanian. Misalnya tradisi wiwit tandur sebelum musim tanam sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur. Tradisi turun-temurun yang tetap dijaga serta dilestarikan tersebut membuat penduduknya menjadi lebih menghargai alam sebagai bagian dari kebudayaan dan warisan leluhur.

Selain bertani, perekonomian penduduknya juga terpenuhi dengan kegiatan beternak, berdagang, dan sebagai pengelola wisata di Mangli.

Pariwisata Desa Mangli memiliki konsep bertajuk alam dan agrowisata, dimana kita dapat melihat indahnya sunrise dan sunset di salah satu destinasi wisata Desa Mangli, yaitu Mangli Sky View. Lokasinya berada di ketinggian 1570 mdpl sehingga udaranya terasa begitu segar.

Terdapat pula fasilitas camping ground, yang menawarkan pengalaman berkemah sembari merasakan suasana pegunungan asri nan sejuk. Dengan latar keindahan panorama Gunung Sumbing, perbukitan hijau, dan pemandangan gemerlap cahaya perkotaan pada malam hari yang tampak mempesona ketika dilihat dari dataran tinggi, menjadikan Mangli Sky View sebagai tempat wisata yang cocok bagi banyak orang untuk menjernihkan pikiran. 

Kemudian beralih ke bagian selatan, terdapat destinasi wisata Silancur Highland yang menawarkan beberapa atraksi wisata menarik. Adapun di beberapa sudut Silancur Highland terdapat berbagai jenis tanaman dengan bunga berwarna-warni yang menyerupai taman-taman kecil, seperti deretan hortensia yang bermekaran di antara rimbun dedaunan.

Bergeser sedikit ke arah utara terdapat destinasi wisata Trianggulasi Small Garden yang menawarkan pesona alam dari sudut lain Desa Mangli. Dimana kita dapat menikmati sejuknya lereng Sumbing sambil bersantai di bawah barisan pepohonan yang rindang. Destinasi wisata Trianggulasi Small Garden bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berkemah sembari menikmati pemandangan area perkebunan hijau di Desa Mangli. 

Sementara itu, bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan atau mengabadikan  panorama pegunungan dari area terbuka yang luas, dapat berkunjung ke Punthuk Sigedhe Kaliangkrik. Dengan mengusung konsep wisata gardu pandang, kita dapat melihat secara langsung kemegahan enam gunung sekaligus, yaitu Gunung Sumbing, Merbabu, Merapi, Andong, Telomoyo, dan Ungaran. 

Selanjutnya destinasi wisata bertajuk agrowisata yang ditawarkan di Desa Mangli, yaitu Inggit Strawberry Banyuroto. Di sini, pengunjung bisa berkeliling secara langsung di lahan dan memetik sendiri buah strawberry yang diinginkan. 

Mangli dan segudang keindahan alamnya, tersaji hangat bersama kesahajaan dan keramahan masyarakat desanya. Di sepanjang melewati jalanan desa menuju tempat wisata, kita akan selalu mendengar sapaan “monggo pinarak” sebagai bentuk ucapan selamat datang dari warga setempat.